Jumat, 02 September 2011

Ramadhan Fiesta.....

Disekolah boseeeeen banget. Pengennya cepet pulang, trus denger “ches….ches…ssssss” “seng…seng….” ”ehm,,,,srufth…..” ”LAPPERrrrrrr”. bocah laki-laki krebo itu begitu lueeekoh mengekspresikan wajahnya dalam sebuah iklan.
Ya,,,Iklan salah satu produk minyak goreng itu, jadinya mempengaruhi pikiran qt semua yang lagi puasa.. Siang2 yang puanaaaasss+luemess, pengennya cepet2 maghrib. Hehehe…..^_^ tapi Alhamdulillah iman kita kuat, walo ayam goreng sempet menari-nari di otak, puasa kita tetep jalan teruuuuuus. Prok..prok…prok…hebat…hebat…feda salut banget ma kuatnya keimananmu.
yups,,,puasa memang berat. Maka dari itu hanyalah orang-orang yang beriman yang diseru oleh Allah SWT untuk berpuasa. Allah berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (TQS. Al Baqoroh : 186)


He’eh…Hanyalah orang-orang yang beriman, yang diperintah untuk berpuasa. Karena orang-orang yang beriman tidak akan pernah berani meninggalkan perintah Allah. Ketika Allah memerintahkan sesuatu, maka tanda orang beriman akan segera melaksanakan perintah tersebut tanpa membantah “sami’na wa atho’na” “saya dengar dan saya ta’at”. Ketika Allah memerintahkan untuk berpuasa, walaupun itu berat. Orang yang beriman akan melaksanakannya dengan senang hati. Ketika Allah memerintahkan untuk berperang, maka orang yang beriman akan melaksanaknnya walaupun itu bertentangan dengan perasaannya. Ketika Allah memerintahkannya menutup Aurot maka orang beriman akan melaksanakannya walaupun itu ribet. Ketika Allah memerintahkan Khomr haram maka itu akan ditinggalkan. Krn bicara perintah (baca: syariat) adalah bicara keimanan bukan perasaan atau kasihan.

Sungguh tidak layak bagi manusia, ketika Allah menurunkan aturanNya ada pilihan aturan lainnya. Cukuplah Allah yang tau baik-buruk bagi kita, membuat aturan bagi kita.

Dan KemahaTahuan Allah mengundang para ilmuwan mencari tau kebaikan dibalik perintahNya. Dalam hal puasa, secara medis terbukti bahwa puasa memiliki hikmah yang besar bagi kesehatan fisik dan psikis. Berbagai penelitian modern menyebutkan, saat berpuasa terjadi peningkatan HDL and Approtein alfa1, dan penurunan LDL. Ini sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Puasa juga sarana sel tumbuuh kembali. Pola makan saat puasa dapat menyuplai asam lemak dan asam amino saat makan saur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein, lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal dalam hati.

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberikan perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air di dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormone system pencernaan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormone tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang. Subhanallah….Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Oleh karena itu jangan pernah melalaikan perintah-perintahNya barang sedikitpun.

Dan yang tak bisa dipungkiri, puasa meningkatkan kesadaran spiritual. Coba saja perhatikan, Masjid dan mushola ramai d bln ramadhan. Masyarakat berbondong-bondong menjalankan ibadah tarawih dimalam harinya. Merekapun rela bangun dinihari untuk makan sahur dan kemudian dilanjtkan shlat subuh berjamaah. Sungguh nuansa ketaatan sangan kental terasa. Lagi2 ini smua karn dorongan keimanan.

Baginda Rosulullah Muhammad SAW sang suritauladan terbaikpun ikhlas diikuti, Rosulullah Barsabda, “pahala berlipat ganda menanti para shaimun yang mengisi ramadhan dengan amal shalih. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan kebaikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan lain. Siapa saja yang mengerjakan satu perbuatan wajib, maka nilainya sama dengan mengerjakan tujuh puluh kebaikan d bln yang lain.”(HR. ibnu Huzaimah)
Yang tak kalah dahsyat, Allah menjadikan salah satu malamnya sebagai lailatul qodr, yaitu satu malam yang nilainya lebih baik di banding seribu bulan (QS. Al Qadr:1-5)

Subhanallah..Allahu Akbar. Inilah ramadhan, saat dimana keimanan butuh dibuktikan. Apakah selama ini hany sekedar dimulut, ataukah dihati dan perbuatan. Ya…inilah ramadhan, inilah kawah candradimuka orang-orang beriman untuk meraih derajat Takwa. Yuk sempurnakan amal ibadah kita dibulan Ramadhan. Keep Hamasah!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar