Matahari pagi itu tak mau menungguku, hari ini dia bener2 gak mau bersahabat denganku. Kalo aku mau, aku berani lempar dia pake sepatu. Kenapa dia harus nongol lebih dulu padahal aku baru saja membuka mataku. “Aduh,,,” 10 menit lagi jarum jam menujukkan angka 7 sementara bis ijo yang ku tumpangi masih enggan melaju. Aku tak tahu apa yang sopir dan kernet tunggu, perasaan penumpang sudah berjejal hingga pintu. “Argh…….aku geram.” “Ya Allah…aku berharap bisa menghilang.” Cz hari ini aku ujian.
Sobat, Feda juga bisa kok ngrasain suasana tegang jelang Ujian, pikiran dibuat pusing, perasaan nggak tenang, emosi nggak stabil. Apalagi 5 kode soal yang berbeda jadi tantangan berat UN kali ini. Btw….Alhamdulillah smua sudah berlalu….. Selamat….Selamat….! Feda berdo’a smoga kamu smua lulus Ujian. Tapi ntar gak pake ritual corat-coret seragam ya apalagi pake trek2an di jalan, bikin maceeeet tau!
Btw sebenarnya lulus UN bukanlah akhir dari segalanya. Justru ketika sobat dinyatakan lulus maka itu merupakan pintu gerbang menuju fase kehidupan berikutnya. Yang lulus SD nglanjutin SMP, yang lulus SMP nglanjutin SMA or SMK. Yang lulus SMA/SMK nglanjutin kuliah. Itupun kalau ada dana cz biaya pendidikan di negeri Kapitalis macem Indonesia kian tahun kian melangit. Sampai-sampai ada ungkapan “Orang miskin dilarang sekolah” Ironisnya sudah pendidikan itu mahal, out put yang dihasilkannya pun jauh dari harapan. Tengok saja fenomena tawuran antar pelajar; kini sudah menjadi hal yang biasa, lumrah, dan wajar. Pergaulan bebas hingga berujung pada kehamilan di luar nikah; kini mulai menggejala hampir di setiap sekolah. Penyalahgunaan narkoba, bahkan tindak kriminal seperti pencurian motor, juga marak dilakukan pelajar. So jangan kaget jika kualitas SDM di Indonesia berada pada urutan ke-110 dari sejumlah negara di dunia.
Sobat, inilah buah dari sistem pendidikan yang sekuler-kapitalistik. (opo mane kuwi????) maksudnya sistem pendidikan yang ada saat ini telah memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga jangan bawa-bawa agama kalo lagi belajar biologi tentang asal-usul kehidupan. Jangan bawa-bawa agama kalo lagi belajar Sejarah tentang manusia pertama yang tinggal di muka bumi ini. Cz ngomongin agama ada waktunya sendiri yaitu ketika pelajaran agama yang hanya 2 jam per minggu. Akhirnya terbentuklah mindset (cara berfikir) sekuler dalam benak pelajar/orang-orang produk pendidikan sekuler. Mereka beranggapan bahwa agama hanya ada di masjid, tapi ketika di pasar, di kantor, di jalan g usah deh bawa-bawa agama. Agama hanya ngatur kita terkait sholat, zakat, puasa, ama haji. Tapi ketika kita bergaul ama lawan jenis, ketika lagi ngerjain soal ujian maka gak usah deh bawa-bawa agama. (Glodaks!).
Sehingga g aneh kalo kemudian produk pendidikan sekuler-kapitalistik hanya akan melahirkan orang-orang seperti Gayus Tambunan (pinter secara intelektual tapi miskin moral), atau seperti Bapak-bapak yang ada di gedung DPR-MPR (pinter tapi cuek ama penderitaan rakyat) buktinya meski diprotes ama berbagai kalangan, mereka tetep ngotot untuk membangun gedung baru DPR yang menghabiskan anggaran 1,1 Trilyun. Padahal kerjaan mereka Cuma plesiran atas nama study banding, tiduran sambil ndengerin sidang, bahkan parahnya ada juga yang liat gambar dan video porno saat sidang paripurna berlangsung. (Naudzubillahimindzalik...!)
Kawan, Ketahuilah sesungguh realitas memalukan macem di atas tidak perlu terjadi jika diterapkan sistem islam di tengah-tengah kehidupan. Karena Pendidikan dalam Daulah Khilafah Islam diarahkan untuk membentuk individu berkepribadian Islam. Yang mereka berfikir dan bertingkah laku berdasarkan Islam. namun mereka juga terdepan dalam penguasaan sains dan teknologi. Lihatlah kawan, sederetan orang2 sukses produk pendidikan Daulah khilafah Islam. Ulama-ulama dan tokoh Muslim pada masa lalu adalah seorang polymath (jenius dalam berbagai bidang). Ibnu Rusyd (1126-1198) misalnya, yang terkenal di Barat dengan nama Averous, Selain ahli fikih beliau juga ahli di bidang kedokteran dan filosof. Bukunya yang terpenting dalam bidang kedokteran ialah al-Kulliyat yang berisi kajian ilmiah pertama kali mengenai tugas jaringan-jaringan dalam kelopak mata. Bukunya dalam bidang fikih adalah Bidayatul Mujtahid.
Spanyol juga punya az-Zahrawi, beliau adalah orang pertama yang memperkenalkan teknik pembedahan manusia. Az-Zahrawi yang lahir dekat Cordova pada 936 Masehi, dikenal pula sebagai penyusun ensiklopedi pembedahan yang karya ilmiahnya itu dijadikan referensi dasar bedah kedokteran selama ratusan tahun oleh sejumlah universitas di Barat.(keren nggak tuh????? Ya pasti keren lah!!!!)
Kontribusi ilmuwan Islam tidak hanya berhenti sampai di situ. Sobat muslim kenal gak ama Az-Zarkalli, astronom muslim kelahiran Cordova yang pertama kali memperkenalkan astrolobe. Yaitu suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur jarak sebuah bintang dari horison bumi. Penemuan ini menjadi revolusioner karena sangat membantu navigasi laut. Dengan begitu, transportasi pelayaran berkembang pesat selepas penemuan astrolobe.
Selain itu, juga masih ada al-Khawarizmi Sang ahli matematika, Jabil al-Hayyan pioner ilmu kimia, Ibnu sina ahli kedokteran, Al-Haitsam peletak dasar-dasar optika. Juga Imam Syafi’i yang selama ini qt kenal sebagai ulama madzhab, eh….ternyata pengetahuan sainsnya tidak kalah hebatnya. Mereka2 ini Bak Matahari yang menyinari, buah fikir mereka menjadi rujukan bagi umat manusia di dunia, buku al Qonun fi al Tibb karya ibnu sina adalah buku paling terkenal dalam sejarah kedokteran baik di timur maupun di barat yang digunakan selama 500 tahun. Ibnu Haytham, bukunya disejajarkan dengan buku karya Newton. Dan dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh di dunia fisika.. (*-* plok…plok…plok……salut bangeeet)
Lahirnya Ilmuwan2 cerdas nan sholeh dalam sejarah kekhilafahan Islam, tidak lepas dari dorongan aqidah Islam yang mereka miliki. Banyak ayat dlm Al-Qur’an dan hadist yang memotivasi qt untuk belajar dan menguasai ilmu pengetahuan .
“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan di antara kalian beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-Mujadilah:11)
Selain itu Daulah Khilafah Islam juga sangat perhatian terhadap pendidikan. Negara benar-benar bertanggungjawab terhadap tersedianya pendidikan murah dan berkualitas bagi rakyatnya. Karena menjadi kepala negara merupakan amanah dari Allah SWT.
Imam (Khalifah/kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya atas rakyat yang diurusnya (HR al-Bukhari dan Muslim).
Itu sebabnya barangkali, W.E. Hocking berkomentar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikatakan, bahwa hingga pertengahan abad ke tigabelas, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” (The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461)
Ya....kawan, itulah perbandingan produk sumberdaya manusia dari dua system yang berbeda. Yaitu Sekuler-Kapitalistik dan Islam. Jika sudah nyata bedanya mengapa kita masih bertahan pada system pendidikan yang Sekuler-Kapitalistik. Yuk sama2 bangkit, Buang Kapitalisme dan saatnya menjadi Matahari-matahari terbit untuk mewujudkan system yang mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas, dialah Sistem Islam. Segala cita2 kalian akan terwujud, segala obsesi kalian akan tercapai. Dengan sebuah penanganan pendidikan yang baik oleh daulah khilafah islamiyah.
So…tunggu apalagi kawan. mari kita berjuang untuk tegaknya khilafah Islam. Karena terbukti hanya khilafah Islam yang berhasil dengan sangat gemilang mencetak generasi polymath yang tidak hanya fakih dalam ilmu agama tapi juga jenius dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Wannabe POLYMATH, do you??? YESSSSS! Allahu Akbar!
Semangat!
BalasHapus