Hujan deras sejak pagi tadi, benar2 membuat kampungku bagaikan kampung apung. Sawah 3 petak yang dipenuhi air, masih layak jika ia dikatakan bagaikan lautan. Genangan air setinggi lutut menutup jalan2 yang biasa kulalui. Malam itu begitu dingin. Bagai terpenjara, aku tak bisa pergi kemana2. Setempeh karak yang mama gorengkan untukku tak mampu mengusir kebosananku, ”Ach……..BOSAN….Bosan…” aku berharap, kapal Nabi Nuh menghampiriku dan berkenan membawaku jalan2 ke Royal Plaza.
Kawan, aku bener2 bosan. Ya,,,daripada mati kesepian mending up date status ah, he3…., dunia sudah kian canggih kawan. Cukup lewat HP, feda sudah mampu bertegur sapa. Klik menu à layanan internet, pilih à www.facebook.com. Tangan feda begitu lihai, hanya dalam hitungan detik feda sudah hadir di beranda, “Apa yang anda pikirkan?” ya,,,,langsung saja curahan hati tertumpah.
“Ada apa gerangan diatas langit sana. Bagai tak ada habisnya, tetes air terus membasahi bumiku. Ya Allah,,,Engkau Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. ALLAHU AKBAR!!!!!”
Tak lama kemudian jempol2 sudah memenuhi statusku. Berasa tak sendiri, aku senang. Komentar2pun tak ketinggalan. Bosan menanggapi komentar mereka, aku kabur ke beranda, baca status2 ter-up date hari ini. Ternyata dunia sedang bergolak, beranda di penuhi berita2 seputar mesir berdarah, konser Justin beiber, gayus tambunan, dan seabreg catatan2. Wah, harus Searching info lebh lanjut nih. Klik Mbah Google. Wuih,,,,Dunia seolah dalam genggaman.
Kawan, dunia benar2 dalam genggaman. Tak ada batas territorial di sini. Mereka semuanya seolah dekat, mereka seolah disini. Terasa betul apa yang sedang dirasakan temen2 kita di inggris dengan status2 yang mereka buat, terasa betul apa yang sedang dirasakan oleh temen2 di mesir, di hongkong, di jepang, bahkan yang ada di ujung kampung rambutanpun, kita bisa merasakannya. Mereka saling berbagi, mereka saling mengisi.
Kalo sudah begini, feda jadi teringat masa kejayaan islam dulu. Dimana kaum muslim berada pada satu kekuasaan politik tanpa batas territorial. Saat itu islam mampu menguasai 2/3 dunia. Carly Fiorina, CEO Hewlett-Packard, menulis:
“Dulu pernah ada sebuah peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara super yang membentang dari samudera ke samudera, dari daerah sub-tropik hingga ke daerah tropik dan gurun. Dalam wilayah kekuasaannya, tinggal ratusan juta warganya, yang tediri dari berbagai kepercayaan dan bangsa. Salah satu dari sekian banyak bahasanya menjadi bahasa universal dan menjadi jembatan penghubung antar warganya yang tinggal di berbagai negeri. Tentaranya tersusun dari orang-orang yang berlainan kebangsaanya. Kekuatan militernya mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan yang belum pernah ada sebelumnya. Jangkauan armada perdaganganya membentang dari Amerika Latin sampai ke Cina, serta daerah-daerah yang berada di antara keduanya.
Kemajuan peradaban ini sangat ditentukan oleh berbagai penemuan yang diraih oleh para pakarnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan melawan hukum gravitasi. Para pakar matematikanya menciptakan aljabar; juga algoritma yang menjadi pengembangan teknologi komputer dan penyusunan bahasa komputer, para dokternya mempelajari tubuh manusia hingga mampu menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Para pakar astronomiya mengamati langit, memberikan nama bintang-bintang, serta merintis teori seputar perjalanan dan penelitian ruang angkasa. Ketika bangsa-bangsa lain khawatir terhadap munculnya berbagai pemikiran, peradaban ini justru memacu kemunculan beraneka ragam ide dan gagasan. Ketika pemberangusan seringkali mengancam keberadaan ilmu pengetahuan, peradaban ini justru melindungi, mempertahankan, serta menyampaikannya kepada umat-umat lain. Peradaban barat modern mendapatkan banyak manfaat dari kemajuan ini. Peradaban yang saya maksudkan adalah dunia Islam dari tahun 800 M sampai dengan 1600 M, termasuk di dalamnya wilayah Negara Khilafah Utsmaniyah, Baghdad, Damaskus dan Kairo”
Subhanallah, Dunia tanpa batas, dunia penuh kesejahteraan, dunia penuh kedamaian dibawah kepemimpinan islam. Namun apa yang terjadi saat ini. sejak, kaum Muslim tidak lagi berada dalam pangkuan Khilafah, satu demi satu negeri kaum Muslim terpecah belah, mereka tersekat-sekat oleh ikatan semu nasionalisme. Dengan begitu Barat leluasa menjajah negeri-negeri kaum Muslim bahkan hingga hari ini. Saudara-saudara kita di Palestina, Afghanistan, Pakistan, Kashmir, dan negeri-negeri lainnya menjerit meminta pertolongan. Mereka dibunuhi, tanahnya dirampas, sumber daya alamnya dijarah dan dijajah oleh kaum kafir penjajah.
Kawan, Di dunia maya kita bersama, di dunia nyata kita terpisah. Di dunia maya kita saling sapa dan menasehati, di dunia nyata kita tak bergeming. Astaghfirullah…..
Kawan, semuanya bisa berangkat dari sini. Mari, kita gunakan teknologi untuk kebaikan. Kita hilangkan sekat2 nasionalisme. Kita buat dunia tanpa batas teriotorial dengan SYARIAH DAN KHILAFAH. Bukankah Allah Swt. juga berfirman:
]وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا[
Berpeganglah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. (QS Ali Imran [3]: 103).
Kawan, belumlah terlambat bagi kita untuk menyadari bahwa saat ini kaum muslimin sudah tercerai berai oleh nasionalisme, sebuah tata aturan kenegaraan yang TIDAK pernah di contohkan oleh Rosulullah. Hanya khilafahlah tata negara yang dicontohkan oleh rosulullah dan para sahabatnya. Kawan jangan buat diri kita menjadi bahan tertawaan, seringkali kita mengaku ingin mendapatkan ridho Allah. Tapi disisi lain, diri ini sangatlah lucu, karena ternyata kita tdk ridho di atur oleh aturanNya. Terbukti seabrek aturan Allah dalam alquran enggan kita laksanakan. Ayolah kawan, mari jadikan diri kita semua, sebagai orang2 yang dengan kuat berpegang teguh pada tali agamaNya, Sebagai orang2 yang mampu menjalankan aturan Allah dengan sempurna. Mari bersama wujudkan khilafah. Its time to take a STAND! Follow ONLY Allah’s Commands! Put Khilafah back on the MAP. ITS TIME TO BRING ISLAM BACK!
Kawan, aku bener2 bosan. Ya,,,daripada mati kesepian mending up date status ah, he3…., dunia sudah kian canggih kawan. Cukup lewat HP, feda sudah mampu bertegur sapa. Klik menu à layanan internet, pilih à www.facebook.com. Tangan feda begitu lihai, hanya dalam hitungan detik feda sudah hadir di beranda, “Apa yang anda pikirkan?” ya,,,,langsung saja curahan hati tertumpah.
“Ada apa gerangan diatas langit sana. Bagai tak ada habisnya, tetes air terus membasahi bumiku. Ya Allah,,,Engkau Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. ALLAHU AKBAR!!!!!”
Tak lama kemudian jempol2 sudah memenuhi statusku. Berasa tak sendiri, aku senang. Komentar2pun tak ketinggalan. Bosan menanggapi komentar mereka, aku kabur ke beranda, baca status2 ter-up date hari ini. Ternyata dunia sedang bergolak, beranda di penuhi berita2 seputar mesir berdarah, konser Justin beiber, gayus tambunan, dan seabreg catatan2. Wah, harus Searching info lebh lanjut nih. Klik Mbah Google. Wuih,,,,Dunia seolah dalam genggaman.
Kawan, dunia benar2 dalam genggaman. Tak ada batas territorial di sini. Mereka semuanya seolah dekat, mereka seolah disini. Terasa betul apa yang sedang dirasakan temen2 kita di inggris dengan status2 yang mereka buat, terasa betul apa yang sedang dirasakan oleh temen2 di mesir, di hongkong, di jepang, bahkan yang ada di ujung kampung rambutanpun, kita bisa merasakannya. Mereka saling berbagi, mereka saling mengisi.
Kalo sudah begini, feda jadi teringat masa kejayaan islam dulu. Dimana kaum muslim berada pada satu kekuasaan politik tanpa batas territorial. Saat itu islam mampu menguasai 2/3 dunia. Carly Fiorina, CEO Hewlett-Packard, menulis:
“Dulu pernah ada sebuah peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara super yang membentang dari samudera ke samudera, dari daerah sub-tropik hingga ke daerah tropik dan gurun. Dalam wilayah kekuasaannya, tinggal ratusan juta warganya, yang tediri dari berbagai kepercayaan dan bangsa. Salah satu dari sekian banyak bahasanya menjadi bahasa universal dan menjadi jembatan penghubung antar warganya yang tinggal di berbagai negeri. Tentaranya tersusun dari orang-orang yang berlainan kebangsaanya. Kekuatan militernya mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan yang belum pernah ada sebelumnya. Jangkauan armada perdaganganya membentang dari Amerika Latin sampai ke Cina, serta daerah-daerah yang berada di antara keduanya.
Kemajuan peradaban ini sangat ditentukan oleh berbagai penemuan yang diraih oleh para pakarnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan melawan hukum gravitasi. Para pakar matematikanya menciptakan aljabar; juga algoritma yang menjadi pengembangan teknologi komputer dan penyusunan bahasa komputer, para dokternya mempelajari tubuh manusia hingga mampu menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Para pakar astronomiya mengamati langit, memberikan nama bintang-bintang, serta merintis teori seputar perjalanan dan penelitian ruang angkasa. Ketika bangsa-bangsa lain khawatir terhadap munculnya berbagai pemikiran, peradaban ini justru memacu kemunculan beraneka ragam ide dan gagasan. Ketika pemberangusan seringkali mengancam keberadaan ilmu pengetahuan, peradaban ini justru melindungi, mempertahankan, serta menyampaikannya kepada umat-umat lain. Peradaban barat modern mendapatkan banyak manfaat dari kemajuan ini. Peradaban yang saya maksudkan adalah dunia Islam dari tahun 800 M sampai dengan 1600 M, termasuk di dalamnya wilayah Negara Khilafah Utsmaniyah, Baghdad, Damaskus dan Kairo”
Subhanallah, Dunia tanpa batas, dunia penuh kesejahteraan, dunia penuh kedamaian dibawah kepemimpinan islam. Namun apa yang terjadi saat ini. sejak, kaum Muslim tidak lagi berada dalam pangkuan Khilafah, satu demi satu negeri kaum Muslim terpecah belah, mereka tersekat-sekat oleh ikatan semu nasionalisme. Dengan begitu Barat leluasa menjajah negeri-negeri kaum Muslim bahkan hingga hari ini. Saudara-saudara kita di Palestina, Afghanistan, Pakistan, Kashmir, dan negeri-negeri lainnya menjerit meminta pertolongan. Mereka dibunuhi, tanahnya dirampas, sumber daya alamnya dijarah dan dijajah oleh kaum kafir penjajah.
Kawan, Di dunia maya kita bersama, di dunia nyata kita terpisah. Di dunia maya kita saling sapa dan menasehati, di dunia nyata kita tak bergeming. Astaghfirullah…..
Kawan, semuanya bisa berangkat dari sini. Mari, kita gunakan teknologi untuk kebaikan. Kita hilangkan sekat2 nasionalisme. Kita buat dunia tanpa batas teriotorial dengan SYARIAH DAN KHILAFAH. Bukankah Allah Swt. juga berfirman:
]وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا[
Berpeganglah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. (QS Ali Imran [3]: 103).
Kawan, belumlah terlambat bagi kita untuk menyadari bahwa saat ini kaum muslimin sudah tercerai berai oleh nasionalisme, sebuah tata aturan kenegaraan yang TIDAK pernah di contohkan oleh Rosulullah. Hanya khilafahlah tata negara yang dicontohkan oleh rosulullah dan para sahabatnya. Kawan jangan buat diri kita menjadi bahan tertawaan, seringkali kita mengaku ingin mendapatkan ridho Allah. Tapi disisi lain, diri ini sangatlah lucu, karena ternyata kita tdk ridho di atur oleh aturanNya. Terbukti seabrek aturan Allah dalam alquran enggan kita laksanakan. Ayolah kawan, mari jadikan diri kita semua, sebagai orang2 yang dengan kuat berpegang teguh pada tali agamaNya, Sebagai orang2 yang mampu menjalankan aturan Allah dengan sempurna. Mari bersama wujudkan khilafah. Its time to take a STAND! Follow ONLY Allah’s Commands! Put Khilafah back on the MAP. ITS TIME TO BRING ISLAM BACK!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar